mengapa aku tak bisa mengucapkan
sepatah kata pun tak terucap
dan aku hanya bisa terdiam
aku benar-benar tak mengerti
mengapa mereka begitu mudah melakukannya
semudah mereka menjentikkan jari
dan aku hanya bisa menatap iri
siapa yang salah?
menyalahkan diri sendiri aku sudah bosan
mengkambinghitamkan orang tak selesaikan masalah
akhirnya aku hanya bisa pasrah
sampai kapan harus begini?
entahlah jawabku sendiri
mungkin sampai saat aku punya keberanian
untuk melakukannya
kapan saat itu pun
aku tidak pernah tahu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar